Putri sang jenderal, Chu Zhao, menolak menerima nasibnya sebagai sekadar pion yang akan dikorbankan demi kenaikan kekuasaan Xiao Xun. Dengan mengambil inisiatif sendiri, ia berjuang untuk melepaskan diri dengan bantuan Xie Yanlai, sekaligus melindungi cucu kaisar saat sang pangeran muda itu menuju hadapan kaisar. Melalui konfrontasi yang menegangkan di istana kekaisaran, ia membantu sang pangeran muda mengamankan takhta, sekaligus memotong jalan Xiao Xun menuju kekuasaan. Namun, kedatangan kaisar baru membawa krisis-krisis baru. Kerajaan ini terpecah belah oleh perselisihan internal dan ancaman dari luar. Bekerja sama dengan Xie Yanlai, Chu Zhao menavigasi arus berbahaya di istana, memimpin pasukan ke medan perang, dan pada akhirnya menulis ulang takdirnya sendiri, menyelamatkan rakyat Negara Chu dari kehancuran akibat perang.













